Joker dan Gangguan Jiwa

October 10, 2019
Joker. Source:Bandungkita,id

Film Joker baru keluar di bioskop. Semua review bilang kalo ini film berbahaya yang bisa membuat manusia berpikir untuk 'membenarkan perbuatan jahat'. Memberikan pandangan bahwa kalo kalian disakiti, kalian berhak untuk membalas mereka dengan 'lebih sakit'.
Akhirnya gue pun penasaran dan menonton film tersebut. Well, kalo kalian melihat semua kisah dan sisi dari seluruh cerita, untuk otak yang normal dan berpikiran positif pasti akan mengambil banyak intisari lainnya, selain kesimpulan yang banyak orang perbincangkan.
Joker sebagai tokoh 'jahat' yang tersakiti dan menderita sakit jiwa kronis, bahkan masih mampu untuk membedakan mana yang baik kepada dia dan yang jahat dan dibalaskan dendamnya. Kita bisa ambil pelajaran bahwa 'kalian harus baik ke semua orang, karena bukan hanya membantu jiwa kita tapi juga membantu jiwa orang lain.'.
Gue mau agak out of topic dengan pemikiran gue yang ada terkait dengan 'sakit jiwa'. Menurut gue, sakit jiwa itu sangat dekat dengan kita. Bisa berbahaya dan bisa juga tidak berbahaya. Kronis atau tidak. Perlu minum obat atau tidak.
Well, mungkin gue bisa berkaca pada diri gue sendiri dulu. Gue suka berbicara sendiri, bahkan gue suka membayangkan sesuatu yang bisa gue jadikan cerita di otak gue. Gue selalu melakukan ini ketika perjalanan di mobil dan sendirian tentunya, hahaha. Jadi apa yang gue bicarakan dg diri gue sendiri itu bukan hanya tentang problem yang gue punya, bukan cuma soal issue dari customer, dan gue meminta bantuan pada diri gue sendiri untuk menyelesaikan masalah itu, tapi gue membayangkan sesuatu yang mungkin gak akan pernah terjadi.  Contohnya? Misal, kenalan sama cowok entah di kafe atau dimana, atau setelah dapet tawaran kerja di Malaysia, gue bayangin dan membuat cerita dipikiran gue apa yang akan terjadi di sana, sangat detail sampai misal gue dapet pujian, kenalan sama orang-orang, dsb. Apakah masuk ke gangguan jiwa? Menurut gue, ini cara gue untuk self healing diri gue sendiri, atau bisa juga dengan menulis ini (as self healing) misalnya.
So, semua orang sangat dekat dengan (kecenderungan) gangguan jiwa. Misal, pemalu, atau liar, itu semua adalah bentuk (kecenderungan) gangguan jiwa. Bahkan kadang jadi bingung manusia yang super normal itu seperti apa ya? Hahaha. Gangguan jiwa yang tidak mencelakakan orang lain dan diri sendiri, menurut gue masih normal. Contoh, kalian game addict tapi masih tahu waktu untuk ibadah, istirahat, kerja, dsb, ya berarti kalian masih normal. Apalagi kalo kalian masih sadar, bahwa kalian memiliki masalah tersebut maka menurut gue kalian masih normal, karena ga ada orang gila yang ngaku gila hahaha.
Balik lagi ke Joker. Dia punya penyakit di kepalanya dan dia tidak beruntung. Bertemu dengan orang-orang yang salah, bisa membentuk kalian menjadi salah juga. Joker tidak mempunyai siapapun untuk bersandar bahkan sekedar bercerita apa yang menjadi masalahnya. Apakah ini membenarkan tindakan dia atas pembunuhan yang dia lakukan? Tentu saja tidak. Dia memang sakit jiwa, akut, ini berlaku untuk semua pembunuh dan pemberi perintah untuk pembunuh. Tapi, apakah orang yang menyakiti dia (Joker) tidak memiliki gangguan jiwa? Tidak, menurut gue semua orang yg menganggu dia (Joker) punya gangguan jiwa juga terutama yang melakukan kekerasan, ada yang salah di saraf otak empati mereka.
Ya, film joker bisa berbahaya untuk orang yang sakit jiwa akut, yang selalu berpikir negatif, tidak bersyukur, selalu terpaku pada masa lalu yang kelam. Inilah yang menyebabkan kenapa agama itu penting, karena ketika kalian merasa tidak punya siapa-siapa, setidaknya kalian memiliki Tuhan yang bisa kalian ajak bercerita tentang masalah kalian, walau tidak terlihat.
Yuk tebarkan kebaikan dimanapun kalian berada, karena satu kebaikan kalian bisa sangat berpengaruh bagi oranglain.

No comments:

Powered by Blogger.