Mesjid Tiban (Pondok Pesantren Salafiah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah)

November 12, 2015

Pondok Pesantren Salafiah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah
Pondok Pesantren Salafiah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah, bukanlah sebuah pesantren biasa. Pesantren ini memiliki gedung dengan 10 tingkat yang sangat artistik dan memiliki aura magis atau spiritual yang tinggi. Bangunan ini memiliki desain campuran dari berbagai budaya, yaitu Timur Tengah, Eropa, dan sebagainya. Di berbagai bagian bangunan terdapat ukiran kaligrafi yang sangat cantik. Pondok pesantren ini atau biasa disebut Mesjid Tiban (Tiba-tiba muncul) terdapat di  Desa Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Akses untuk menuju kesana dapat dilakukan menggunakan mobil ataupun motor dengan banyak tempat parkir di dalamnya. Masuk kesana gratis tanpa dipungut biaya :)
.

Banyak yang mengatakan bahwa pondok pesantren ini adalah buatan dan dibangun oleh jin. Hal ini tentu dibantah oleh santri dan pemilik dari pondok pesantren ini. Pondok ini dibuat oleh ribuan santri dan warga sekitar selama bertahun-tahun. Pondok ini didirikan langsung oleh pemilik yang sekaligus pengasuh pondok pesantren yaitu KH Ahmad Bahru Mafdlaluddin Shaleh Al Mahbub Rahmat Alam, sering disebut dengan Romo Kyai Ahmad. Rintisan pembangunan masjid dimulai tahun 1963 dan pembangunan fisik dimulai tahun 1978 dengan material seadanya. Seiring pembangunan tersebut mulai ada santri yang menetap. Para santri pun turut serta dalam pembangunan. Pembangunan dilakukan tahap demi tahap. Tahun 1992, pembangunan masjid sempat terhenti. Pada akhir 1998 kembali diteruskan dan hingga saat ini. Setiap ruangan dalam bangunan ini terdapat filosofi dan artian tersendiri karena pembangunan dan desainnya berdasarkan hasil isthikoroh dari pemilik pondok, yaitu Romo Kyai Ahmad. Pelopor dari pembangunan pondok ini berawal dari keinginan santri yang selanjutnya diijinkan oleh Romo dengan instruksi pembangunan sesuai dengan yang ada di pikiran Romo Kyai Ahmad. Itu lah yang menyebabkan bagian-bagian ruangan pada pondok ini tampak tidak biasa dan terkadang membingungkan, dimana kah kita berada.

Tempat duduk cantik di wilayah depan
Tempat Parkir
Gerbang sebelum tempat parkir
Walau bangunan ini memiliki 10 tingkat, untuk naik ke tingkat teratas tidaklah terasa lelah. Saya rasa 1 tingkat itu senilai dengan setengah tingkat biasa, saya juga tidak mengerti tapi rasanya tidak terlalu tinggi. Untuk isi dari pondok pesantren ini, terdapat berbagai hal, yaitu sangkar kebun binatang, toko-toko belanja, mushola, jasa foto yang dapat langsung dicetak, dan banyak ruangan kosong yang belum digunakan dengan tembok yang ciamik.

Ruang depan
Lobi masuk
Kunjungan selebriti
Awal masuk pondok pesantren kita akan disambut gerbang kokoh yang memagari bangunan cantik dengan ukiran kaligrafi yang ciamik. Bayangkan, ini hanya dibangun oleh santri dan penduduk setempat, sungguh hebat mereka bisa membuat bangunan ini sedemikian rupa cantik dari luar, tanpa ada campur tangan arsitek ataupun rancangan detail yang mumpuni. Untuk kendaraan dapat parkir di area yang telah disediakan, dari gerbang terus ke kanan menuju ke samping belakang area pondok pesantren. Diharapkan pengunjung menggunakan pakaian yang sopan jika tidak ingin merasa tidak enak hati hehe, karena santri maupun pengunjung kebanyakan menggunakan kerudung atau jilbab. Tidak diwajibkan hanya diharapkan. Saya kesana juga gak pakai pakaian kerudung hehe, habis dadakan sih.

       


Tangga dengan ornamen kaligrafi

Gendang di 'Mushola' Lantai 4
Mushola santri (sepertinya sudah tidak digunakan)

Spot favorit untuk berfoto

Ruang duduk
Semacam kantin
Bagian lain kantin
Jajanan
Di lantai 4 terdapat jasa untuk melakukan sesi foto yang nantinya dapat langsung dicetak, biayanya kurang lebih 20.000/foto. Foto bisa dilakukan diberbagai tempat yang diinginkan. Foto, tunggu 5 menit, jadi deh. Di lantai 3 terdapat mushola yang dapat digunakan untuk sholat oleh pengunjung. Untuk kamar mandi, tersebar diberbagai daerah di wilayah pondok. Di lantai 5, 7, 8, 9 terdapat berbagai toko yang menjual aneka ragam barang-barang, mulai dari baju, jilbab, mukena, makanan, souvenir, dompet, tas, dan sebagainya. Setiap waktu sholat berjama'ah, toko tersebut akan tutup hingga sholat usai, tetapi ada suatu wilayah yang berisi jajanan yang buka untuk melayani pelanggan (waktu itu hari jum'at sehingga ada sholat jum'at). Disamping kiri wilayah pondok terdapat sangkar binatang yang terdiri dari kera, berbagai macam burung, serta rusa, sayangnya wilayah ini kurang dirawat sehingga ada bau menyengat dari kotoran binatang yang ada disana. Kalau kalian ingin melihat pemandangan dari ketinggian, dapat naik ke lantai paling atas dan akan dimanjakan oleh pemandangan gunung dsbnya. Ada sebuah kolam yang memiliki perahu yang dapat dinaiki oleh pengunjung anak-anak (waktu saya kesana sedang tidak beroperasi).
Kurang lebihnya rincian dari lantai adalah sebagai berikut:
Lantai 1-4: Tempat kegiatan santri, jasa foto, kolam renang (super mini, tapi isinya koin hihihi).
Lantai 5, 7, 8, 9: Toko tempat berjualan.
Lantai 6: Ruang Keluarga.
Lantai 10: Balkon pemandangan.

Tempat jualan
Wilayah taman samping
Kamar santri
Pintu masuk samping bangunan
Ornamen lain dari pondok
Ornamen samping dekat danau yang ada perahu untuk anak-anak
Wilayah kubah
Air mancur samping pondok
Bentuk pagar batas bangunan
Ornamen dari dekat
Pemandangan lantai 10
Pemandangan lantai 10 (sisi lain)
Review Perjalanan.
Dari kota Malang hanya menghabiskan waktu kurang lebih 1-1.5 jam dengan kecepatan standar. Awalnya saya sekeluarga berpikir ini adalah sebuah mesjid besar yang kegiatan keagamaan di dalamnya dapat terlihat dengan jelas, tapi ternyata tidak. Mesjid terdapat di bawah area lain dari pondok. Bangunan ini merupakan bangunan pondok dan bukan Mesjid seperti dugaan awal. Salahnya kami tidak menggunakan tour guide dalam melakukan tur di area pondok dan mungkin waktunya tidak tepat sehingga kami tidak  melihat kegiatan santri ataupun kelas-kelas tempat santri belajar, mungkin juga memang terdapat area tersembunyi dari pengunjung. Setiap ruangan yang sebenarnya memiliki filosofi juga menjadi tidak dapat dimengerti, selain terasa magis disetiap bagian (mungkin selanjutnya jika memang ingin dikembangkan menjadi objek wisata dan promosi agama islam, dapat berikan papan arti dari setiap ruangan dengan ukiran yang dibuat sehingga kesan spiritual lebih terasa).



Bangunan yang dibangun sangat bagus dengan pertimbangan dibuat oleh santri dan warga sekitar. Meskipun bangunan ini tanpa arsitek, tetapi bangunan ini dapat berdiri dengan kokoh. Bahan yang digunakan pun tidak spesial a, b, c, tetapi menggunakan bahan-bahan yang seadanya. Bangunan selalu tampak tidak selesai karena memang selalu akan dilakukan pembangunan baru. Untuk area di bawah, ruangan sudah bagus karena telah memiliki ubin dsbnya, tetapi di area atas masih belum rampung sehingga tanpa ubin dan gelap.




Ada hal yang saya sayangkan, yaitu pada bagian kolam renang (di lantai 4) terdapat banyak koin di dasar kolam. Entah apa maksud dari pengunjung yang melemparkan koin kesana, tetapi itu sangat menyerempet kepada syirik (untungnya pengelola pondok telah menuliskan dilarang untuk melemparkan apapun ke dalam kolam).

Wilayah kebun binatang sangat disayangkan agak terkesan kurang bersih, kalau di kembangkan lebih baik akan menjadi wilayah wisata baru di dalam pondok ini. Sepertinya memang hanya ditujukan untuk peliharaan pribadi dan bukan untuk ditunjukkan ke banyak orang karena sebenarnya di wilayah sekitar masih mumpuni untuk membuat penataan kandang yang lebih luas dan bersih sehingga anak-anak yang kesana pun nyaman dalam melihat binatang.
Kandang Burung
Kandang Monyet/Kera

Kandang Rusa
Tips.
Kalau bisa pakai tour guide atau sekedar pemandu dari santri disana.
Gunakan baju muslim dan muslimah jika tidak ingin merasa tidak enak disekitar sana.
Bawa mukena pribadi jika ingin sholat disana.
Parkir di dalam jangan di luar.

Saran.
Untuk pengelola diharapkan menyambut tamu di bagian depan sehingga keramahannya terasa dan membuat pengunjung lebih nyaman. Jika mau, santri dapat part time menjadi tour guide (ini adalah salah satu cara efektif untuk menyebarkan islam sehingga keimanan pengunjung akan menjadi meningkat).

Demikian lah review yang saya lakukan untuk objek wisata Pondok Pesantren Salafiah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah. Dapat dicoba untuk meningkatkan spiritual sambil berwisata ke wilayah turen. Selamat menikmati! :)

FYI, kalau ada yang mau bertanya soal pesantrennya itu sendiri kalian bisa hubungi nomor berikut: 0341 828106

1 comment:

  1. Hari ini saya ingin mengunkapkan tentang perjalanan hidup saya,karna masalah ekonomi saya selalu dililit hutang bahkan perusahaan yang dulunya saya pernah bagun kini semuanya akan disitah oleh pihak bank,saya sudah berusaha kesana kemari untuk mencari uang agar perusahaan saya tidak jadi disitah oleh pihak bank dan akhirnya saya nekat untuk mendatangi paranormal yang terkenal bahkan saya pernah mengikuti penggandaan uang dimaskanjeng dan itupun juga tidak ada hasil yang memuaskan dan saya hampir putus asa,,akhirnya ketidak segajaan saya mendengar cerita orang orang bahwa ada paranormal yang terkenal bisa mengeluarkan uang ghaib atau sejenisnya pesugihan putih yang namanya Mbah Rawa Gumpala,,,akhirnya saya mencoba menhubungi beliau dan alhamdulillah dengan senan hati beliau mau membantu saya untuk mengeluarkan pesugihan uang ghaibnya sebesar 10 M saya sangat bersyukur dan berterimakasih banyak kepada Mbah Rawa Gumpala berkat bantuannya semua masalah saya bisa teratasi dan semua hutang2 saya juga sudah pada lunas semua,,bagi anda yang ingin seperti saya dan ingin dibabtu sama Mbah silahkan hubungi 085 316 106 111 saya sengaja menulis pesan ini dan mempostin di semua tempat agar anda semua tau kalau ada paranormal yang bisah dipercaya dan bisa diandalkan,bagi teman teman yang menemukan situs ini tolong disebar luaskan agar orang orang juga bisa tau klau ada dukun sakti yg bisa membantuh mengatasi semua masalah anda1.untuk lebih lengkapnya buka saja blok Mbah karna didalam bloknya semuanya sudah dijelaskan PESUGIHAN DANA GHAIB TANPA TUMBAL

    ReplyDelete

Powered by Blogger.