Book Review: The Hunter

April 11, 2015




Ini buku misteri fiksi dari jepang yang memenangi award bergengsi di Jepang tahun 1996. Setelah baca Tokyo Zodiak Murder (TYZ), membuat saya cukup penasaran sama karya misteri fiksi dari jepang, jadi waktu ke gramedia terpilih-lah buku ini untuk dibeli. Well, alurnya berbeda dengan TYZ, kita tidak perlu menebak siapa pembunuhnya, cukup nikmati saja alur cerita dari pengarang. Selain itu, buku ini juga menceritakan kehidupan, drama, dan emosi, bisa dibilang seperti drama polisi mungkin. Jadi bisa ikutan sedih bacanya, hiks.


Sinopsis.
Terjadi kebakaran di sebuah restoran ternama di Tokyo. Anehnya, kebakaran itu dari seorang manusia (kelamin: pria)! Seorang detektif wanita ditugaskan untuk memecahkan kasus ini bersama tim khusus yang telah dibentuk. Setelah mencari sekian lama, akhirnya diketahui bahwa pemicu kebakaran berasal dari sabuk yang digunakan oleh pria tersebut. Diselidiki lebih jauh, ternyata pria ini adalah seorang 'germo' yang 'menjual' anak-anak sma kepada pria-pria kesepian diluar sana. Di waktu yang berdekatan, terjadi pembunuhan seorang pria yang mati karena dikoyak seekor binatang. Kebetulan gigitannya sama dengan gigitan yang ada di paha pria terbakar. Yakin memiliki kaitan maka kasus ini diperiksa dengan lebih rinci. Beberapa hari kemudian, terjadi lagi pembunuhan seorang wanita yang dikoyak binatang pula dan bahkan dilakukan di siang hari. Ya, itu adalah gigitan anjing serigala yang dilatih untuk menyerang manusia. Hal ini memungkinkan, karena anjing serigala sangat-lah cerdas dan dapat berpikir sendiri. Lalu, siapa-kah yang membakar pria tersebut dan melatih anjing serigala yang dapat membunuh secara brilian? Apakah motifnya? Silakan dibaca!

Score: 3.7/5
Alur awal agak membosankan dan berjalan sangat lambat, karena banyak menceritakan pemikiran dan kehidupan dari detektif wanita, bahkan sempet berenti baca selama beberapa hari (padahal baru beberapa halaman). Mungkin ini akibat transformasi dari baca TYZ yang menebak pembunuh dengan bahasa yang lebih ringan dan alur yang cepat (membuat agak hectic bacanya). Setelah netral, mulai-lah membaca dan selesai dalam waktu sehari lebih sedikit. Buku ini bagus, karena selain menceritakan misteri, pengarang juga mengikat emosi kita dengan tokoh. Kalo saya sih terikat sama si anjing serigala yang sangat sangat setia. Penasaran juga sama kehidupan tokoh selanjutnya atau mungkin ada lanjutan tokoh dibuku lain (otak dramanya masuk deh hahaha). Kekurangannya, tidak terlalu cocok untuk penggemar novel misteri semacam agatha christie dan editor terjemahan bahasa indonesia beberapa kata ada yang salah eja. Well, bagaimana-pun buku ini berhasil dalam membangun tokoh dan karakternya. Juga motif dan penyelesaian yang masuk akal dan cukup realistis, walaupun kurang misterius. Selamat membaca!

Powered by Blogger.