Bagaimana Cara Terbaik Mendidik Anak?

December 12, 2014
Hello Parents! Tulisan kali ini membahas tentang "Bagaimana Cara Terbaik Mendidik Anak?", but wait... I'm not even a mother and i don't know the best way to teach a child.
Well well, setiap orang selalu memiliki pendapat bagaimana sesuatu seharusnya dilakukan, tapi apakah itu yang terbaik? Mendidik anak bukan lah sesuatu yang dibanding-bandingkan atau sesuatu yang memiliki langkah-langkah paten dan pasti seperti langkah-langkah dalam membuat gear, ulir, baut, dan berbagai produk lainnya.
Bagaimana jika kita sama kan anak seperti sistem? Ada kesamaan di antara mereka bersifat luas, beragam masalah, beragam metode penyelesaian, bahkan dapat dilakukan pencarian metode baru karena semakin tua dunia semakin rumit permasalahan yang akan timbul. Hal yang membuat mereka berbeda menurut saya adalah "Bagaimana Mengetahui atau Mengukur Pendidikan yang Diberikan kepada Anak Sudah Optimum?". Kalau sistem di perusahaan, setelah menghitung kebutuhan dsb, dsb, dan memberikan keuntungan yang besar maka dapat dikatakan sistem tersebut sudah optimum. Bagaimana dengan Anak? Apakah nilai bagus atau sangat lantang dalam berbicara atau diam itu emas atau selalu menjadi sang juara atau selalu mendapat predikat baik di mata semua orang atau selalu menurut tanpa memberikan argumen?
Every child born to be something
 Bagaimana pun metode yang kalian berikan selalu ada positif dan negatif dalam hasil akhirnya. Jadi hal ini tidak bisa diperdebatkan. Setiap orangtua memiliki tujuan dan pengharapan hasil yang berbeda-beda, tetapi tidak boleh menyesali apa yang sudah kalian bentuk di anak tersebut atau menyangsikan kemampuan mereka yang awalnya kalian anggap mampu. Contoh perdebatan yang biasa dilakukan itu antara sang Ibu dengan sang Nenek. si Ibu merasa Nenek dulu 'kurang', sedangkan si Nenek merasa kaya akan pengalaman. Dengan pendidikan yang berbeda maka pada akhirnya akan menghasilkan yang berbeda pula.
Kalau diberikan contoh, misal... Si Orangtua A selalu mendorong anaknya atau  minimal menggantungkan harapan yang tinggi kepada anak tersebut, jika masih kecil mungkin anak itu akan selalu mengikuti apa yang diinginkan orangtua tersebut kepada dia, tetapi mungkin di satu saat ketika orangtuanya melepasnya dia akan melakukan pencarian dari awal, pencarian apa keinginannya dalam hidup atau bahkan takut bahwa mereka tidak bisa mencapai keinginan orangtua mereka walau sebetulnya mereka mampu. Si Orangtua B selalu memanjakan anaknya, katanya takut terjadi sesuatu pada anaknya dan bahkan selalu membela anaknya jika mereka dalam masalah, well anak itu memang akan sangat mendengarkan pendapat orangtuanya bahkan selalu bergantung, tapi dia bisa jadi akan menjadi anak yang menang sendiri karena tidak tahu namanya kecewa dan bersalah. Si Orangtua C memberikan pendidikan 'keras' kepada anaknya (terutama anak laki-laki), supaya menjadi anak yang tangguh dan tidak pernah menangis. well saya jamin pasti tangguh, tapi bisa jadi menjadi emosian dan tidak terbuka sampai mereka menemukan sosok 'malaikat' dalam hidup mereka. Sebagainya, sebagainya, sebagainya...
Intinya untuk menjadi orangtua yang baik, kenali karakter anak sedini mungkin untuk menyesuaikan pendidikan yang tepat, sesuaikan dengan mereka jangan menyesuaikan dengan karakter kalian. Tentukan tujuan anak seperti apa yang kalian inginkan dan memikirkan cara untuk meminimalisir efek negatif yang di dapatkan. Mungkin agak terkesan sok tahu tapi ini hanya buah pikir dan pengelihatan dari pengalaman sehari-hari. Semoga kita dapat menjadi orangtua ataupun calon orangtua yang sempurna, bukan hanya dicintai tapi juga disukai. Aamiin.
Powered by Blogger.