Book (Not) Review: The Appeal (Berita, Uang, dan Media)

February 18, 2014
The Appeal Book's Cover
Kali ini gue mau mereview tentang buku yang gue baca dan sangat berhubungan dengan keperkasaan media dalam pemilu. The appeal ini memiliki topik tentang politik. Iseng juga ya baca ginian, karena gue udah agak enek membaca buku mainstream yang berbau percintaan jd mau alih jalur ke politik yang kebetulan gue juga interest banget soal politik apalagi bukunya John Grisham, well i think he's very clever man.
Well buku ini agak berhubungan juga dengan pemilu yang notabenya bakal kita lakukan beberapa bulan lagi tp bedanya kalo ini adalah pemilihan mahkamah agung. Gue juga baru tahu kalo mahkamah agung itu dipilih dari masyarakat, mungkin beda ya disini (Re: Indonesia) sama disana (Re: Amerika Serikat).
Permasalahan utama di buku ini adalah pengadilan yang menuntut sebuah perusahaan besar untuk bertanggung jawab atas meninggalnya ayah dan anak di sebuah keluarga kecil. Perusahaan tersebut dianggap telah meracuni air bersih dengan limbah-limbah yang dibuang dengan seenaknya sehingga untuk air minum dan masak masyarakat disana harus menggunakan air kemasan karena jika meminum air dari tanah akan menimbulkan berbagai penyakit. Korban meninggal tidak hanya dua tetapi banyak yang telah menjadi korban dari perbuatan perusahaan tersebut.
Awalnya banyak pengacara yang mengutuk perusahaan itu tetapi tidak mau berbuat apa-apa. Hal ini sangat wajar karena perusahaan tersebut adalah perusahaan besar sehingga untuk menuntutnya harus menempuh proses yang panjang, alot, dan mengeluarkan banyak uang. Akhirnya ada sepasang suami istri pengacara yang mau untuk memajukan perkara tersebut ke pengadilan. Pengorbanan yang dilakukan sangat banyak bukan hanya tenaga, pikiran saja tetapi uang terkuras semua hal-hal mewah di jual dan bahkan hutang ke bank hingga 400 ribu dolar. Walau perusahaan itu telah mengeluarkan 14 juta dolar.
Akhirnya pengadilan pun dilakukan dan perkara dimenangkan oleh pasangan pengacara Payton & Payton dengan tuntutan kerugian sebesar 41 juta dolar. Tidak terima, perusahaan pun naik banding ke mahkamah agung. Kebetulan beberapa bulan setelahnya akan dilakukan pemilihan hakim dan hakim agung, sedangkan waktu persidangan dipastikan akan dilakukan setelah hakim-hakim terpilih. Disini lah politik mulai terjadi.
Ilustrasi Pengadilan
Politik disini semacam penggunaan seseorang yang polos menjadi boneka dari berbagai kepentingan. Perusahaan itu bernama Krane Chemical yang dimiliki oleh miliyarder, yaitu Carl. Setelah terjadi pengadilan nilai saham Krane terus menurun dan menurun, well hal itu diakali oleh Carl dengan membeli semua sahamnya agar keuntungannya bakal masuk ke tangannya kembali jika nilai saham menjadi naik. Saingannya yang menjelekkan dan tertawa diatas penderitaannya membuat Carl berambisi untuk membalas mereka dan tidak ada niatan sama sekali untuk membayar tuntutan yang ditujukan kepada perusahaannya.
Pucuk dicinta ulam pun tiba. Carl menerima sebuah telepon yang menawarkan bantuan kepadanya untuk memenangkan perkara tersebut, caranya? Menggulingkan hakim agung yang terdahulu dengan orang yang tidak berpengalaman serta memiliki catatan bersih. Carl mengeluarkan kocek beberapa juta dolar untuk membiayai kampanye awal dari kandidat tersebut.
Barry Rinehart adalah orang yang menawarkan bantuan tersebut. Kandidat yang terpilih adalah Ron Fisk, tidak pernah berada dipengadilan dengan perkara yang mewakili individu. Seorang pengacara dengan klien perusahaan asuransi dan tidak pernah berniat untuk menjadi seorang hakim. Dengan berbagai bujuk rayu dan sedikit kebohongan akhirnya dia pun resmi menjadi kandidat hakim boneka. Berbagai kampanye dilakukan untuk menjatuhkan hakim lama yang telah terpilih 9 kali berturut-turut, hakim McCartney.
Well politik memang kejam, semua isu buruk dilontarkan. Mulai dari paham yang berkiblat liberal, tuntutan terhadap dokter yang membuat dokter tidak nyaman, hingga pelencengan fakta. Dengan berbagai kampanye baik secara lisan, tulis, maupun lewat media, Ron Fisk mendadak menjadi idola di masyarakat dengan survey pemilihan tertinggi. McCartney yang tidak berpikir akan ada saingan menjadi sedikit kalang kabut. McCartney adalah seorang hakim yang adil, sangat berpengalaman, menggunakan hati nurani, dan terkadang menyelidiki sendiri kasus yang sedang diadili. McCartney tidak mudah disuap hanya untuk memenangkan kasus perusahaan besar. Ya bagaimana pun sekarang media yang berbicara, siapa yang publikasi lebih banyak maka dia akan menang walaupun dengan cara-cara licik dan culas.
Every verdict comes at a price
Mahkamah Agung AS yang Paling Tampak Bagus di Google
Akhirnya Ron Fisk pun menang dalam pemilihan. Di mahkamah agung selalu ada dua kubu dan sebagian besar masalah akan bernilai seri yang nantinya akan diputuskan oleh Ron Fisk kepada siapa dia akan berpihak. Ada sebuah kasus dimana sebuah alat telah menyebabkan kesalaham operasi pada seorang anak. Kubu pertama memaksa rumah sakit/dokter/pembuat mesin untuk membayar ganti rugi cacat yang terjadi serta ganti rugi moral yang cukup besar. Ron Fisk dengan logikanya memutuskan untuk menghilangkan ganti rugi moral sesuai dengan keinginan kubu kedua. Hingga suatu hari, anaknya telah menjadi korban malpraktik seorang dokter. Menuntut? Tidak bisa. Dia hanya akan mencoreng namanya sendiri karena putusan dahulu yang telah dia buat. Akhirnya kasus Krane pun dia tangani dan awalnya sebelum dia mau memutuskan kasus, terdapat intervensi dari senator untuk memenangkan Crane walau tidak secara gamblang. Well, Ron yang lagi kalang kabut hanya membaca sekilas hasil putusan kedua kubu hakim tanpa memikirkannya dengan matang. Dia tau pendukung dia dahulu adalah dokter dan pengusaha, dia pun akhirnya lebih condong kesana. Awalnya disempat berpikir untuk membuat Krane membayar ganti rugi tapi apa daya pikirannya "masa karena anak saya akhirnya saya langsung berubah haluan?". Kasus pun dimenangkan oleh Krane Chemical. Ya walau katanya sih karena bukti yang katanya kurang kuat. Sudahlah namanya juga cerita fiksi, tapi menurut klarifikasi John Grisham di halaman terakhir untuk politik yang terjadi itu memang ada tapi gak sama secara keseluruhan. Buku ini cukup seru sih menurut gue. Jadi lumayan lah buat yang punya waktu senggang dan ada interest di politik dan hukum. Anyway Begini lah demokrasi bisa dengan mudah dipermainkan oleh banyak pihak :)
Selama uang swasta diperbolehkan dalam pemilihan peradilan, akan terlihat kepentingan yang bersaing untuk mendapatkan kursi - John Grisham.
Kenapa kesimpulan terakhir gue kesannya buruk ya? Hahaha. Ngga sih, demokrasi bagus asal masyarakatnya bagus. Yah kan mau pemilihan nih, pinter-pinter aja buat milih siapa yang kira-kira bisa disetir sama perusahaan besar dan berbagai kepentingan lain. Jangan anggap catatan tanpa cacat dapat membuat mereka itu adalah seseorang yang paling baik dan cocok. Justru itu lah yang dicari sebagai kandidat yang disokong oleh berbagai kepentingan. Kalo ngeliat cerita diatas dan dibandingkan sama disini, tau kan siapa yang paling di gembar gembor kan media? Hahaha. Jangan terbuai akan sesuatu yang tampak dari luar. Saran aja sih, pilih presiden yang memiliki program yang jelas dan justru memiliki keinginan sendiri untuk menjadi presiden. Kenapa? Karena ketika dia dicanangkan oleh berbagai pihak maka akan terjadi 'titip menitip', 'beban', dan 'pesanan', seperti kandidat boneka yang dipesankan diatas. Be aware. It's not only for a year or months, it's about how is your life 5 years later in indonesia. Pesan terakhir, jangan jadi golongan putih yaaa! Coblos!
Mendingan Suara Tidak Sah atau Golput Ya? Hehe

No comments:

Powered by Blogger.