Movie Review: Spare Parts (2015)

June 26, 2015

Judul      : Spare Parts
Tahun     : 2015
Pemain   : Alexa PenaVega, Marisa Tomei, Jamie Lee Curtis, George Lopez
Genre     : Drama, Biografi
Rating    : 4/5

Awalnya sih nonton karena banyak yang share di sosial media dan banyak banget orang yang komen di filmbagus21.com. Waktu liat sinopsisnya sih terlalu singkat penggambarannya, kesannya jadi sederhana padahal tidak sederhana sama sekali permasalahan yang terkandung di dalamnya. Bisa dibilang ini inspirational movie, intinya jangan gampang menyerah dan cari lah solusi untuk semua permasalahan dalam kehidupan. Well, it's really a great story sih karena mengangkat biografi dari anak remaja imigran yang tampak 'tidak punya masa depan', padahal mereka memiliki potensi yang sangat besar hanya tidak terlihat karena tidak dikembangkan. Let say that everyone have their own future!
 
Sinopsis
Bermula dari seorang pria bernama Fredi Cameron yang sedang jobless, berusaha mencari pekerjaan baru dan sepi panggilan. Akhirnya dia melakukan wawancara di sebuah sekolah bernama Carl Hayden Community High School sebagai guru pengganti sementara untuk mata pelajaran IPA dan sekaligus menjadi pembimbing di Sains Club. Bisa dibilang ini bukan sekolah biasa. Ini sekolah yang minim fasilitas dengan 2000 murid yang most of them adalah imigran gelap yang sewaktu-waktu bisa di deportasi ke negara asalnya.
Ada 4 tokoh utama, yaitu Lorenzo, Oscar, Luis, dan Christian. Lorenzo adalah seorang anak yang  tidak memiliki akta kelahiran, 6 tahun sebelumnya ibunya di deportasi dan ayahnya memandang dia sebelah mata (diremehkan), tugas utamanya hanya lah untuk menjaga adiknya (karena memiliki akta kelahiran, jadi bisa dibilang "di jaga sekali") yang bisa dibilang sangat nakal dan karena itu juga dia selalu disalahkan oleh sang ayah, padahal dia sangat berbakat untuk urusan "tangan" alias cekatan dalam berbagai hal (merakit maupun masak). Oscar adalah seorang anak penuh ambisi, berniat mengabdi kepada masyarakat dengan mengikuti camp militer dengan prestasi gemilang, sayangnya ketiadaan akta kelahiran membuatnya tidak bisa mengejar cita-citanya itu dan bahkan di kejar-kejar petugas sosial (atau apapun namanya). Luis adalah anak yang memiliki tubuh besar dan sering dipandang sebelah mata karena dia "lamban" atau bisa dibilang "lemot" dan juga lugu, tapi dia bukan imigran tanpa akta sih kayaknya. Christian adalah seorang anak yang menjadi otak dari robot tersebut, sering sekali di bully oleh salah satu anak di sekolah dan selalu di bela oleh Luis atau Lorenzo,  jenius, dan really great on theory but need lorenzo to execute it.
Kegagalan Oscar untuk mengabdi pada negara membuat dia ingin mengikuti kompetisi robot bawah air yang dia lihat iklannya sewaktu berniat mendaftarkan diri sebagai army. Mengetahui ada sains club dia pun meminta Fredi Cameron untuk membimbingnya agar bisa ikut dalam kompetisi. Bisa di bilang oscar adalah pemrakarsa dari partisipasi mereka di kompetisi ini. Well, tentu saja kompetisi tidak bisa dilakukan hanya dengan dua orang, dia pun merekrut Christian sebagai otak, Lorenzo sebagai Perakit, dan Luis sebagai "tenaga" karena memiliki tubuh yang besar.
Petualangan mereka dalam mempersiapkan kompetisi pun di mulai. Dengan keterbatasan dana mereka harus putar otak untuk meminta sumbangan secara door-to-door. Mencari akal agar robot air mereka dapat sesuai dengan kebutuhan kompetisi dengan dana yang sangat minim. Berbagai konflik yang bisa mengagalkan mereka untuk ikut dalam kompetisi pun beragam. Pada akhirnya mereka pun pergi ke California untuk mengikut kompetisi itu, bukan untuk tingkat SMA tapi untuk tingkat Universitas, bersaing dengan MIT dsbnya!
Apakah mereka berhasil memenangkan kompetisi tersebut? Silakan lihat disini.
 
Komentar
Menurut gue sih film ini bagus. Pertama, menginspirasi gue untuk tidak mudah menyerah akan segala sesuatu. Kedua, memotivasi diri bahwa kita bisa menjadi nothing to be something. Ketiga, membuat gue sadar bahwa permasalahan hidup gue tidak serumit mereka (sebenarnya). Jadi film ini sangat memberikan inspirasi untuk otak dan pemikiran gue. Terlebih karena ini kisah nyata. Selamat menonton! :)
 
Nb: Bintang film memang selalu lebih tampan dari tokoh aslinya (hahaha!)
       Fredi Cameron itu tokoh aslinya dua orang yang memiliki nama Fredi dan Cameron.

No comments:

Powered by Blogger.