Ad Code

Movie Review: Fifty Shades of Grey (2015)

 

Rating:
Fifty Shades of Grey adalah film yang di adopsi dari salah satu buku trilogi Fifty Shades. Bisa dibilang akhir ceritanya agak menggantung karena masih ada lanjutan pada seri buku berikutnya. Awalnya sih gue tertarik untuk nonton karena temen gue cerita soal buku ini sekitar 6 bulan yang lalu dan juga gak boleh tayang di Indonesia (but hey! many ways to watch this movie faster). Banyak yang bilang film ini adalah film erotis yang tidak layak ditonton masyarakat luas.  Well, pada kenyataannya memang banyak adegan er*tis tapi menurut gue cukup wajar (ada beberapa sensor). Bisa dibilang sebetulnya di luar sana ada pria-pria yang memiliki orientasi sek*ual aneh seperti Christian Grey. Kalau ditelaah lebih rinci, ini adalah cerita cinta. Cinta yang bisa merubah seseorang menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Sinopsis singkat.
Anastasia adalah seorang mahasiswi sastra inggris yang sedang berkutat dengan tugas akhir. Suatu hari dia mendapatkan tugas untuk mewawancarai, pengusaha muda yang sukses pada umur 27 tahun, Christian Grey. Sosok Grey yang cerdas, tampan, menawan, dan mengintimidasi membuat Anastasia yang polos tertarik dan terpesona. Di sisi lain, Anastasia yang lugu, cantik, pandai, dan mencintai kebebasan membuat Grey tergila-gila. Grey pun mendekati Ana dengan 'cara-nya' yang terkesan sangat 'bossy' (Grey sangat butuh untuk mengontrol segala sesuatu) dan Ana pun akhirnya ingin mencoba mengerti sosok Grey yang sebenarnya.
Well, ternyata Grey memiliki orientasi seksual yang agak tidak biasa. Dia suka mendominasi dalam hubungan intim, bukan hanya mendominasi dalam artian dominasi biasa, tetapi lebih terkesan 'menyiksa' dan Ana sebagai submissive untuk memperoleh kepuasan (yang kata Grey) bagi bereka berdua. Ana yang tidak pernah tersentuh pria lain memiliki rasa terkejut, senang, dan penasaran akan hal-hal yang akan dilakukan oleh Grey terhadap dia. Mereka pun mencoba hal-hal tersebut dengan kontrak yang sebelumnya disepakati dan ditandatangani oleh Ana. Akhirnya Ana pun ingin hal-hal yang lebih seperti relationship 'orang normal' karena Grey sama sekali tidak mau disentuh ataupun tidur seranjang dengan Ana, Ana pun bertanya apa yang menyebabkan Grey seperti ini, kenapa dia suka menyakitinya, dsb. Perlahan-lahan alasannya pun terungkap. Selajutnya silakan tonton sendiri, tapi ini masih ada lanjutan ceritanya jadi untuk seri berikutnya, yaitu Fifty Shades Darker dan Fifty Shades Greed, jadi harap maklum jika akhir cerita seperti unfinished.

Dimana bisa ditonton?
Kalian bisa nonton di Netflix ya!

Kenapa cuma bintang 3?
Sebetulnya dari segi cerita cukup epic dan untuk novelnya gue rasa pasti keren, tapi untuk filmnya sebagai penonton, i don't really feel the 'epic' thing in here, just usual like other movie. Mungkin untuk seri berikutnya bakal lebih greget daripada yang ini karena konflik percintaannya lebih terasa di buku berikutnya. Seri pertama lebih banyak adegan ranjang dan kurang bisa digambarkan esensinya di film, tp cukup menggambarkan karakter dari tokoh kok. Not bad lah buat wasting time di kala bosan~

Posting Komentar

0 Komentar

Ad Code