[REVIEW] Asus Service Center STC Senayan

September 25, 2017
Kalian mengalami kerusakan untuk HP/ Laptop Asus? Mau ke Service Center?
Ada baiknya kalian baca dulu Review dan Tips dari pengalaman aku melakukan Service ke Asus Service Center di STC Senayan.

Jadi, tanggal 4 September 2017, HP aku yang berumur 2 bulan, nyebur di toilet. FYI, udah di flush kok (lol). Berhubung aku gampang panik, aku justru matiin dan lalu lgsg aku nyalain, akhirnya touch screen korslet. Lama kelamaan beberapa jam kemudian aku nyalain lagi tapi bodohnya aku Factory Reset mungkin beban nyalain agak berat ya, jadilah LCD ikutan korslet. Akhirnya, yaudah karena blank screen-nya jadilah gak bisa diapa-apain dan justru panas kalo dinyalain, plus kadang error usb port chargernya


Berhubung aku sibuk (cie), jadi baru sempet ke ASC hari Sabtu, 9 September 2017. Aku udah browsing dulu tentang Service Center-nya dan yang aku temuin semuanya berita buruk, mulai dari lama, antri-nya banyak, suka dibilang rusak ini itu, dsb. Hanya saja aku pikir sparepart LCD HP aku belum banyak yg jual di Service biasa, jadi lah aku memutuskan untuk tetap kesana (Walau toh, pasti Say Goodbye to Garansi).

Aku ke STC sekitar jam 8 lewat. Service Center Asus ada Lt. 1, kalo dari escalator belok ke kiri. Waktu itu, aku dapet Antrian 6. Asus Service Center (ASC) baru buka jam 9.30 dan tutup jam 12.00. Antrian maksimal di hari sabtu adalah 50 orang.
Ketika sudah buka, nanti akan ada satpam yang memberikan nomor antrian. Nomor antrian dibagi dua, A = Service, B = Pick Up (ambil barang yang telah selesai di service). Berhubung dari 6 orang pertama ada 1 orang yang Pick Up, jadi lah aku nomor urut ke 5.

Tips 1
Kalau kalian mau nyaman dan tentram, lebih baik dateng pagi, sekitar jam 8 untuk nulis nama di List yang ditempel di pintu depan.

Tips 2
Jikalau kalian masih dalam masa garansi (ataupun tidak sih), kalian jangan lupa untuk bawa kartu garansi-nya. Nanti produk kalian bakal di Scan Barcode. Jika benar, garansi resmi maka kalo di Scan akan terbaca di database mereka.

Disana ada 4 Counter, 3 Counter untuk Service dan 1 Counter untuk Pickup. Berhubung aku Service jadi aku dipanggil antara Counter 1, 2, atau 3. Kalo udah dipanggil, kalian akan diminta kartu garansi untuk di Scan dan cek andaikan barang kalian produk distributor resmi atau bukan, kalo bukan ya bakal di tolak, jadi beware ya distributor resmi itu TAM (Erajaya), Datascript, dan Metrodata. Selain itu, mereka akan minta no. telpon yang Available untuk dihubungi.

Tips 3
Pastikan HP kalian berasal dari distributor resmi, yaitu Erajaya (TAM), Datascript, dan Metrodata.

Setelah itu, kalian akan ditanyain mengenai hal-hal yang menjadi problem hp kalian, kalau aku soal LCD yang blank dan gak bisa touch. Sebenernya ada Problem Charger juga, tp kebetulan kmrn bener sendiri (sepertinya karena bisa di charge lol) dan aku lupa mention.

Kalau udah selesai di diagnosa, kalian akan diberikan ASUS Product Service Form yang harus kalian tanda tangani. Itu berfungsi sebagai bukti kalian yang berguna ketika barang telah selesai dan dilakukan Pick Up barang. Kurang lebih form tersebut berisi informasi-informasi mengenai HP kalian, diagnosa, kondisi fisik, dsb. Di dalam Form tersebut juga terdapat RMA Number dan Serial Number. Kedua Number tersebut digunakan untuk mengecek Progress Status Service kalian.

Tips 4
Kalian bisa cek progress status service kalian disini Cek Status Perbaikan ASUS

Kalau sudah, kalian bisa pulang dan akan dikabari dalam waktu 3-5 hari untuk hasil pengecekan kerusakannya.

Well, tanggal 12 September 2017, pihak ASUS dari STC Senayan menelpon dan memberitahukan kondisi dan suggestion Service yang dilakukan. Berhubung kecebur air jadi otomatis garansi hangus, perbaikannya adalah pembelian LCD dan Subboard (untuk Charger). Jadi walaupun gak dimention bahwa Port Charger aku error, mereka juga nge-check. Kesimpulannya, mereka melakukan pemeriksaan secara menyeluruh bukan berdasarkan yang kita mention saja.

Berhubung membutuhkan pembelian Sparepart, jadi harus dipesan dulu dan sepertinya itu dari Taiwan karena mereka tidak melakukan Stock Sparepart. Pengiriman Sparepart diperkirakan memakan waktu sekitar 1-2 Minggu. Anyway, biaya yang dihabiskan untuk LCD dan subboard adalah 850k.

Finally, pada tanggal 19 September 2017 pihak ASUS mengirimkan SMS pemberitahuan bahwa barang telah selesai dan dapat diambil. Well, sejauh ini sih gak terlalu lama ya dibandingkan review dari netizen di luar sana. Berhubung 19 September 2017 adalah hari Rabu, aku gak ambil karena kerja. Males juga bela-belain izin cuma untuk ambil HP~ Kebetulan hari kamis itu libur dan aku belum ambil barangnya kan, hari Rabu malem dia SMS lagi, intinya hari Kamis itu mereka libur dan bisa diambil hari Jumat. Secara sistem SMS sih cukup Ok menurut aku.

Hari Sabtu, 23 September 2017, aku ngambil HP aku di ASUS. Aku sampai sana sekitar pukur 8.40 dan dapat urutan ke-3 untuk Pick Up. Sekitar jam 9.45 aku dipanggil (mereka baru buka jam 9.30) dan memberikan bukti service untuk mereka ambilkan barangnya. Akhirnya teller-nya memberikan HP aku, plus sparepart lama yang diganti. Cek sekilas Ok, jadi aku bayar biayanya dan ada sedikit perbedaan dibandingkan perjanjian awal, yaitu 890k, beda sekitar 40k. Yaudahlah, aku masih gak masalah, sebelnya adalah.....

Well, setelah sampai rumah, HP aku masih trouble di brightness layar yang tidak ada bedanya jika dipindah-pindahkan, plus HP aku panas bgt kalo LCD-nya nyala. Sangat disayangkan banget, korslet macam ini tidak di-ujicoba dulu oleh tim teknis ASUS. Fyi, Asuransi penggantian sparepart adalah 3 bulan.

Jadi, rencananya Sabtu depan aku bakal balik kesana untuk claim masalah yang terjadi setelah pergantian Sparepart. Mari kita lihat bagaimana kelanjutan servicenya.

Overall, sistem antrian lumayan rapi berhubung aku udah melakukan persiapan dengan datang lebih awal. Pemberitahuan dilakukan dengan segera, pengiriman sparepart jika dilihat dari taiwan tidak memakan waktu terlalu banyak. Hanya saja, secara teknis pengerjaan dan final check kurang sempurna, seharusnya pengecekan dilakukan secara menyeluruh sebelum barang dikembalikan ke customer, dan karena banyak atau bagaimana, barang selalu harus ditinggal, tidak bisa di service tunggu, beda dengan service center huawei/ zte, dimana kerusakan kecil dapat langsung di perbaiki pada hari itu juga.

Rating: 3/5
Consideration:
1. Claim Asuransi setelah service dilakukan cukup bagus
2. Sistem pemberitahuan cukup bagus
3. Harga sparepart terkait LCD untuk zenfone 3, tidak terlalu mahal
4. Pengecekan akhir kurang baik sehingga membuat customer jadi berkali-kali datang
5. Tidak bisa service ditempat, walau yang diperbaiki hanya kerusakan kecil
6. Sistem antrian cukup lumayan

Update Claim Service:
Tanggal 30 September 2017, Saya kembali ke STC dan memberitahukan keluhan Saya. Dengan membawa kuitansi bukti bayar dan kartu garansi. Customer Service menerima dengan baik atas keluhan Saya, berhubung ini masih masuk dalam garansi sparepart dan kesalahan pengecekan Service maka tidak akan dikenakan biaya apapun, termasuk biaya Service, jadi kalian nanti akan dikabarkan via SMS saja, tidak ada konfirmasi penggantian sparepart via telpon, dsb.

Tanggal 4 September 2017, Aku dapat SMS bahwa unit sudah selesai. Jadi, hari sabtu bakal balik lagi kesana untuk mengambil. Well, aku udah ambil pada tanggal 7 September 2017, karena masih masuk garansi hasil service kemarin, jadi lah aku free, padahal hp aku diganti motherboard-nya, which is kayak beli baru aja, semoga ga bakal panas dan ada problem lagi deh. Let see a week later :)

After a few months later, hp aku masih baik baik saja tidak ada masalah yaaaa!

Tips 5
Simpan selalu bukti kuitansi yang kalian bayarkan karena siapa tau produk kalian tetap tidak sempurna setelah diperbaiki oleh tukang service.

Tips 6
Sebelum Saya kembali ke STC untuk service ulang, Saya sempet bertanya kepada CS terkait dengan problem yang Saya alami. Ternyata, di HP ASUS tersedia fasilitas testing hardware/ software dengan cara ke aplikasi calculator setelah itu ketik ".12345+=", nanti akan keluar pop up untuk testing mau testing satuan atau testing seluruhnya terkait hardware dan software. Bener aja sih, waktu aku test display light aku tidak "pass" alias "fail" hahaha. Seharusnya teknisi ASUS juga melakukan testing ini sebelumnya dikembalikan ke customer, tapi entah apa yang terjadi dibalik sana.

2 comments:

Powered by Blogger.