Movie Review: Bridge of Spies (2015)

October 31, 2015

 
 
Akhir pekan butuh hiburan? Menyukai politik dan sejarah? Film ini bisa menjadi salah satu referensi yang bagus untuk mengisi waktu luang. Ceritanya berasal dari kisah nyata yang terjadi pada waktu perang dingin antara blok barat dan blok timur, juga perpecahan yang terjadi pada jerman barat dan jerman timur. Kondisi perang yang digambarkan cukup apik dengan berbagai percakapan yang serius namun menggelitik. Durasi film yang panjang, yaitu 2.5 jam, dan dimainkan oleh salah satu bintang favorit gue, Tom Hanks, tidak terlalu terasa untuk penggemar cerita serius semacam ini.

Sinopsis.
Seorang pengacara bernama James Donovan adalah pengacara yang lebih banyak menangani permasalahan perusahaan asuransi. Walau begitu, dia dipandang memiliki record yang baik sebagai pengacara. Suatu hari, ada seorang pria tua yang dianggap mata-mata rusia, Rudolf Abel, dan ditangkap oleh kemanan Amerika. Begitu lihai-nya pria ini menyembunyikan berbagai hal yang bisa dianggap barang bukti, membuat penuntut (Amerika) tidak memiliki barang bukti yang cukup kuat. Untuk itu, CIA memberikan mandat untuk menjadi pembela mata-mata rusia tersebut. Awal tujuannya adalah menunjukkan bahwa Amerika memiliki tingkat keadilan yang tinggi dan tidak serta merta memberikan keputusan berdasarkan subjektivitas semata. Perjalanannya tidak mudah, Donovan mendapatkan banyak teror dan cemooh dari masyarakat, mencari berbagai cara untuk meringankan hukuman dari mata-mata rusia tersebut.
Pada saat yang bersamaan, CIA memberikan mandat pada beberapa pilot terpilih untuk menerbangkan pesawat diketinggian 70000 kaki untuk mengambil gambar dari wilayah uni soviet atau rusia. Francis Gary adalah pilot pertama yang ditugaskan. Misi ini sebetulnya tampak seperti misi bunuh diri, dimana ketika dia ditembak ataupun ketahuan harus melakukan akhir penghancuran diri sehingga kecil kemungkinan untuk membocorkan informasi kepada musuh. Ketika Gary telah sampai di wilayah uni soviet dan melakukan pemotretan pertama, pesawatnya di tembak dan dihancurkan oleh uni soviet, dan dia gagal bunuh diri sehingga pada akhirnya ditangkap oleh pihak uni soviet.
Untuk itu, CIA memberikan mandat pada Donovan untuk menukarkan Rudolf Abel dengan Francis Gary yang dilakukan di jerman. Kondisi jerman yang sangat buruk membuat Donovan mengalami kesulitan untuk mencapai kesepakatan. Terlebih lagi, ada satu mahasiswa Amerika di Jerman yang ditangkap karena berada di sisi tembok yang salah. Untuk itu Donovan berusaha untuk membebaskan keduanya. Apakah berhasil? Silakan ditonton lebih lanjut! :)

Review.
Well, sejujurnya awal cerita agak sedikit membosankan dengan percakapan ini dan itu. Setelah lama kelamaan, ceritanya menjadi semakin seru dan sedikit membawa kita pada situasi emosional. Disini kita dapat melihat hati nurani seorang pengacara yang berusaha untuk membantu kliennya dengan cara yang terbaik. Melakukan negosiasi dengan idealisme yang dia miliki dan bagaimana hal tersebut membawa kebaikan untuk semua orang. Well, buat gue sih, this movie worth it to watch!

Rating: 4/5

No comments:

Powered by Blogger.