Kenaikan BBM?

November 06, 2014
Welcome the new government!
Well, walau sebenernya gue bukan pemilih presiden kita yang sekarang ini tapi ada baiknya mengucapkan selamat datang. Ada beberapa hal yang lucu mengenai euforia politik sekarang ini. Muncul slogan kalo Presiden Jokowi adalah presiden rakyat, opini Jokowi adalah opini rakyat, dan segala sesuatu yang dilakukan Jokowi adalah tindakan yang diinginkan rakyat. Kenapa ini lucu? Karena saya bukan pemilih Jokowi dan saya rakyat. Berarti saya bukan rakyat kalo katanya Presiden Jokowi presiden pilihan rakyat? Mungkin lebih cocok Presiden Jokowi, Presiden Pilihan Sebagian Besar Rayat. But, remember president comes from party. If you don't like the party, you'll not like the president either.
 
Beberapa bulan menjabat ini, udah keluar banyak kartu-kartu dan wacana bahwa bbm mau dinaikkan. Pertanyaannya darimana kah biaya kesejahteraan, pendidikan, dan kesehatan dari kartu didapatkan? Dari beberapa sumber berkata bahwa itu didapatkan dari subsidi bbm yang katanya tidak tepat sasaran. Mungkin benar. Banyak dari kita yang menggunakan bensin sebagai bahan bakar. Well sebentar... Apakah menaikkan bbm adalah solusi? Kalo memang tidak tepat sasaran, mungkin benar golongan menengah keatas akan merasakan kenaikan dan tetap saja subsidi itu salah sasaran karena hanya akan dikurangi, benar bukan? Pasti kalian berpikir, yaudah cabut aja semua subsidinya.. Salah. Presiden rakyat harusnya mikirin rakyat. Mungkin disini maksudnya rakyat yang tidak mampu, tapi apakah dia memperhatikan rakyat yang tidak mampu tersebut?

 
Tidak terlalu banyak demo yang berkata mengenai tolak kenaikan bbm. Pengeluaran kartu yang pas itu menyebabkan euforia yang tidak terlalu menggebu-gebu. Istilahnya "ini loh kompensasi dari kenaikan bbm nanti itu". Rakyat kecil kebetulan suka sekali dengan yang berbau gratis-gratis. Jadi mereka menerima dengan senang hati dan berkata "oh baiknya presiden rakyat ini....". Apakah mereka tidak tahu bahwa dengan naiknya bbm maka akan terjadi kenaikan bahan baku? Semua mengalami kenaikan dan hal ini juga akan dirasakan rakyat kecil. Lebih sering mana sakit sama makan nasi? Apakah bakal ada kartu makan gratis termasuk dalam kartu kesejahteraan? Pasti tidak bukan......
 
Diskusi semalam suntuk sama teman gue, memberikan kesimpulan kalo kenaikan bbm bukan solusi. Kalo memang subsidi dirasa tidak tepat sasaran. Kenapa tidak melarang mobil mewah menggunakan premium sebagai bahan bakar? Caranya ya berikan hukuman kepada petugas SPBU atau SPBU itu sendiri sehingga petugas SPBU lah yang harusnya tegas kepada pengguna. Sindiran-sindiran itu gak bakal berhasil, gak akan ada orang yang mau sesuatu yang mahal kalo ada yang murah. Tapi gimana ngawasinnya? Bisa pake CCTV yang nantinya di cek oleh polisi keliling. Ah itu tinggal di sogok aja. Nah ini dia harusnya revolusi mental yang menjadi slogan diberdayakan, tapi itu ternyata hanya sebuah slogan semata. Well, kenaikan BBM bukan lah solusi ketika tidak ada upaya untuk meningkatkan ketahanan nasional, tetapi kenaikan BBM dapat mejadi solusi untuk membiayai investasi dalam upaya peningkatan ketahanan nasional (minimal pangan).

 
The other solution for this stuff is..... Mereka bilang kan BBM dinaikkan untuk menyentuh rakyat menengah ke bawah. Menurut gue sih gapapa BBM dinaikkan atau subsidi BBM dihilangkan, but please make the trasportation stay cheap! Public transportation itu kan yang naik rata-rata menengah ke bawah. Kalo memang subsidi itu digunakan di transportasi yang lebih baik dan murah maka tujuan mereka seharusnya sudah tercapai dan tolong dicatat! Harap subsidi langsung ke ORGANDA jangan ke kementerian dsb~ tambah dikorupsi entar. Sekarang dipake apa? Gak jelas kan. Rakyat kecil tuh perlunya apa sih? Makan, bekerja, dengan transportasi yang memadai.

Menurut gue, pemerintah harus membangun industri kelas menengah (semacam investasi di negara sendiri) yang bertujuan untuk ketahanan nasional. Misal pabrik beras, pabrik susu, dan sebagainya yang sebetulnya sudah ada tetapi kurang marketing karena mereka tidak memiliki modal untuk itu (disini peran pemerintah harusnya mendukung penuh). Nah, untuk mensejahterakan petani dan peternak, digunakan bagi hasil. Jadi disamping mereka mendapatkan uang dari raw material yang mereka hasilkan mereka, mereka juga akan mendapatkan keuntungan sedikit dari hasil penjualan produk jadi. Selain itu, selama mereka bekerja juga di fasilitasi dengan layak. Misal, makan siang dan minum selama bekerja. Hal ini dapat mengurangi impor yang sedang merajalela sehingga pasar lokal akan lebih mendominasi. Jadi haraga lokal akan lebih terjaga.

Permasalahannya sekarang, pemerintah lebih suka hasil yang sedikit lama-lama menjadi bukit atau hasil instan? Investasi asing itu bukan jawaban pasti. Jangan terlalu bangga kalau semua orang investasi di Indonesia. Bangga lah dengan meng-investasi negara sendiri. Membuat, Menjual, dan Membeli hasil dari negara sendiri. Kita bukan negara liberalis atau pun kapitalis, kita itu negara demokrasi pancasila. Seluruhnya adalah DARI RAKYAT, OLEH RAKYAT, UNTUK RAKYAT! Well begini lah Indonesia, negara terkaya akan sumber daya yang terisolasi oleh ketamakan akan uang asing.

No comments:

Powered by Blogger.