Bendera Merah Putih yang Tak Lekang Oleh Waktu

June 23, 2015
Indonesia adalah sebuah negara besar dengan berbagai keanekaragaman. Indonesia bukanlah negara homogen yang membosankan. Ini adalah negara yang memiliki lebih dari belasan ribu pulau dengan  252.370.792 jiwa penduduk dan lebih dari 1000 suku bangsa, sungguh negara yang kaya akan budaya. Apakah itu memecah kami? Tidak! Kami adalah bangsa yang berjiwa besar mampu menerima dengan baik akan perbedaan. Seperti hal-nya landasan negara kami, semua permasalahan akan diselesaikan dengan musyawarah. 
Wilayah Indonesia
Negara ini bukanlah negara instan yang berdiri tanpa perjuangan. Kegigihan yang membuat negara ini ada hingga saat ini. Perjuangan para pendiri negara, tidak kenal takut dan selalu berjuang untuk menjadikan Indonesia negara yang kuat dan disegani oleh semua bangsa. Apakah kami melupakan perjuangan mereka? Tidak! Kami selalu mengingatnya setiap tahun bahkan setiap senin di sekolah melalui upacara bendara. Kami adalah bangsa yang memiliki sikap santun dan selalu mengingat jasa berbagai pihak yang menjadikan kami 'berdiri di atas kaki kami sendiri'.
 
Upacara Bendera di Sekolah
Bendera Merah Putih, itu lah Mahakarya Indonesia yang tak lekang oleh waktu. Bendera yang setiap tahun bahkan setiap minggu kami hormati untuk mengenang jasa para pejuang. Terbentuk atas jerih payah perjuangan banyak manusia yang berusaha agar Indonesia memiliki sesuatu yang bisa dibanggakan yang merupakan simbol negara dan selalu berkibar di seluruh pelosok negeri bahkan di luar negeri setiap kali pemuda-pemudi Indonesia mendulang prestasi. Sungguh mengharukan setiap kali melihat momen tersebut diiringi pula oleh lagu kebangsaan, Indonesia Raya, karya WR. Supratman.

Bendera Merah Putih
Mahakarya Indonesia ini tampak sangat sederhana, terbentuk atas kain merah dan kain putih serta di jahit menggunakan benang, lalu diberikan tali untuk diikatkan ke atas tiang agar dapat berkibar dengan indah. Walau sederhana, Bendara kami menyiratkan banyak nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Kaum muda sudah seharusnya mengetahui asal usul pembuatan bendera ini. Ya, kami telah mempelajarinya di mata pelajaran sejarah yang dilakukan selama 10 tahun lebih. Saya selalu menyukai pelajaran sejarah mengenai kemerdekaan dan detik-detik menuju proklamasi. Seluruh pemikiran disatukan agar terbentuk strategi yang apik dengan satu tujuan, kemerdekaan indonesia.
Seperti yang telah saya sebutkan, bendara ini mengandung banyak nilai-nilai luhur yang membuat simbol negara ini tercipta, perjuangan. Kegigihan, dulu Indonesia tidak memiliki bendera atau simbol negara yang dapat dikibarkan ke seluruh negeri, hanya ada bendera penjajah dimana mereka menguasai hampir seluruh wilayah Indonesia (yang telah disatukan oleh kerajaan Majapahit), ketidakadilan yang dirasakan oleh rakyat Indonesia membuat para pemuda bersatu untuk mengalahkan para penjajah. Hal itu tidaklah mudah, butuh proses yang panjang, pengorbanan nyawa, pengasingan, tahanan, air mata, dan tekanan yang bertubi-tubi, tetapi mereka (para pejuang) tidak gentar mereka memiliki kegigihan yang sangat besar membuat mereka tidak mudah menyerah dan pada akhirnya mendulang keberhasilan dengan dibacakannya teks proklamasi dan pengibaran bendera merah putih, Merdeka! Kesabaran, untuk mencapai kesuksesan diperlukan kesabaran. Terburu-buru dan salah langkah bisa berakibat fatal. Terkadang para pejuang harus 'terpaksa' bekerja sama dengan penjajah agar dapat mencapai tujuan, walau dalam hati mereka tidak suka, tapi mereka sabar menunggu saat yang tepat untuk memutar balikkan keadaan dan meraih kemerdekaan yang tidak akan diputar balikkan kembali (dijajah kembali). Gotong Royong, Bendara ini memang di jahit oleh Ibu Fatmawati, tetapi sangat banyak manusia yang membantu agar bendera ini dapat dibuat dan dikibar kan di Indonesia. Bekerja sama itu lah yang membuat bendera ini mampu diselesaikan, gotong royong yang telah menjadi jiwa rakyat Indonesia merupakan jawaban atas masalah-masalah yang ada di negara ini. Untuk mencapai tujuan yang mulia, tidak bisa dilakukan seorang diri, gotong royong menjadikan semua yang tidak mungkin menjadi mungkin. Apakah kalian tahu bahwa bendera pertama tersebut terdiri dari kain seprai dan kain dari tukang soto? Waktu itu bendera yang dijahit ukurannya kurang besar dan tidak ada kain lagi dengan waktu merah, akhirnya Lukas Kastaryo berkeliling mencari kain agar bisa segera dijahit untuk dikibarkan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dan ditemukanlah tenda merah milik tukang soto. Kerendahan hati, banyaknya pengorbanan para pejuang agar bendera merah putih dapat dibuat dan dikibarkan, tidak menjadikan mereka sombong dan tinggi hati, mereka adalah pahlawan yang ikhlas dalam memperjuangkan negaranya demi kehidupan yang lebih baik kelak. Mereka tidak meminta untuk diberikan pujian, yang mereka inginkan hanyalah perjuangan kita untuk menjadikan Indonesia lebih baik lagi ke depannya, agar perjuangan mereka tidak sia-sia. Itu lah empat nilai-nilai luhur yang merupakan Jiwa Indonesia dan membentuk Mahakarya Indonesia.
Bendera Pusaka
Betapa dalam makna yang terkandung di sebuah bendera sederhana dan beratnya perjuangan agar Bendera Merah Putih dapat dibuat dan dikibarkan di penjuru negeri. Seharusnya kita jangan merasa malas ketika waktu upacara tiba. Itu adalah momen dimana kita bisa menghayati perjuangan para pahlawan. Melakukan hormat dan melihat ke atas agar kita dapat mengilhami nilai-nilai yang terkandung dalam bendera tersebut. Seharusnya membuat kita merasa rendah hati dan tidak sombong, karena apa yang kita lakukan sekarang mungkin sangatlah kecil jika dibandingkan para pejuang di masa lalu. Buatlah diri kita bertanya "apa yang telah kita berikan pada Indonesia?".
Perbedaan yang ada di Indonesia seharusnya dapat membuat rakyat Indonesia menjadi lebih dewasa dalam bersikap. Menyikapi perbedaan dengan arif dan bijaksana. Membuat kesempurnaan dari perbedaan yang ada. Bendera Merah Putih adalah simbol yang dapat menyatukan seluruh rakyat Indonesia, melihat dengan bangga akan kewarganegaraannya dan termotivasi untuk melakukan sesuatu yang lebih nantinya.
Marilah pupuk jiwa Indonesia dan nasionalisme kita dari sekarang. Kalau masih bingung untuk berbuat apa, minimal kita tidak memicu atau menjadi 'kompor' yang dapat menjadikan sebuah konflik di negara tercinta, serta bangga lah menjadi rakyat Indonesia, jangan menurunkan derajat negara sendiri kepada pihak lain. Apapun itu, kita semua saudara dan sudah seharusnya kita bersatu untuk kebaikan negara kita. Merdeka!

Tag: Mahakarya Indonesia

No comments:

Powered by Blogger.