Let's be a Smart Voter

July 13, 2014
suasana pilpres semakin panas bung. salam dua jari mendeklarasikan kemenangan hasil quick count pada saat data masuk baru 70%. how funny is it right? hahaha. lucunya lagi garuda merah juga deklarasi kemenangan, walau akhirnya menyesal karena justru bikin suasana makin panas dan tampak tidak mau kalah. bukan mau sinis sih, aslinya gapapa kok mendeklarasikan kemenangan. selamat pak jokowi and the others behind him. selamat juga buat pak prabowo beserta semua pendukungnya (termasuk saya dong ya? hahaha). well the funny is the indonesian people. kenapa kalian ini justru malah berantem adu pikiran, a dan b, cuma karena jokowi dan prabowo. oke mungkin itu gak cuma, itu adalah 5 tahun masa depan kita di Indonesia. alangkah lebih baik kalian itu jangan ada yang arogan bahwa capres yang kalian dukung adalah yang terbaik, sosok pemimpin yang diinginkan tiap manusia itu kan bisa beda, jadi ya dihargailah.
menurut gue sih ya, dengan deklarasi yang dilakukan dengan tergesa-gesa seperti itu sudah menunjukkan betapa tidak mengayominya dia sebagai seseorang. why? the declaration will made a mind set that the person you support already be a winner. orang indonesia itu juga gampang banget dicuci otak. so... ketika ternyata hasil sebenernya berbeda? what will happen? anarchy demonstration cause of democracy? hahaha. so funny. you just declare a war with your own bro/sis and bye Indonesia. rawrrr.
gue nulis ini jujur gara-gara habis baca berita bahwa jika versi kpu prabowo-hatta unggul maka beberapa pihak pendukung salam dua jari (tampaknya sih non partai) itu udah bentuk massa buat protes alias demo ke kpu untuk meminta kpu jujur karena mereka berkaca pada quick count, dengan kata lain mereka bilang kalo kpu itu pembohong. well walau sebetulnya gue gak bisa percaya juga baik kpu maupun quick count. money can talk here, politic is about position and money. siapa yang uangnya lebih besar maka dia lah yang menang, bisa jadi bukan capres yang punya duit tapi the real boss dibelakang dia lah yang menang, mungkin amrik mungkin siapa saja lah.
sejauh ini sih, gue memilih percaya hasil kpu dan keputusan MK aja lah, lagian dari awal gue milih prabowo, gue juga udah tahu kalo jokowi yang bakal menang. feeling sih, tapi mau bagaimana pun kubu prabowo menaikkan citra atau melakukan apa pun untuk menaikkan angka pemilih, tetep jokowi yang menang. yah jadi be calm and just pray that your idol will be a winner on 22nd july, kalo emang salah satu pihak ada yang gak setuju, ya tinggal ke MK dengan baik-baik gak harus demo panas panasan di jalan, nanti item loh.  jangan sampe ada huru hara yang terjadi, jangan sampe terprovokasi sama pihak asing atau lsm yang dibiayai asing, jangan sampe ada baku tembak antara polri dan rakyat, bahkan gue baru tau fungsi fpi dan ormas preman lainnya adalah untuk mencegah baku tembak antara polri dan rakyat, karena kalo terjadi hal seperti ini bisa masuk invasi dari asing (dianggap gak mampu menjaga negara kita sendiri). kalian semua gak mau terjadi invasi dari luar kan yang menganggap kita dalam keadaan super gawat dan akhirnya berubah haluan... jadi apa? komunis? kalo kayak gitu soekarno, hatta, dan yang lainnya bakal kecewa banget sama kita... pasal satu ketuhanan yang maha esa. jelas bukan komunis yang akan kita ambil sebagai bentuk pemerintahan guys. terserah lah mungkin analisa gue salah dan gue udah males berdebat sama pendukung fanatik capres salam dua jari.
intinya dari tulisan ini adalah tolong semua orang jaga stabilitas negara kita. jangan sampe terjadi perpecahan yang mengakibatkan indonesia will no longer be indonesia, tapi terpecah belah kayak kertas yang robek karena penulisnya sendiri. wassalam.

No comments:

Powered by Blogger.