Pemimpin Konseptual atau Teknis?

June 09, 2014
Jadi ceritanya beberapa hari yang lalu ada debat calon presiden 2014. Well kalo kalian baca tulisan gue sebelumnya, pada tau lah ya gue pendukung siapa hehe. Walaupun begitu, bukan itu yang mau gue bahas. Entah kenapa setelah liat penilaian para ahli tentang debat kemaren dan komentar dari orang-orang gue jadi gatel aja mau nulis tentang pendapat yang ada dipikiran gue.
 
Menurut gue, ketika seseorang tahu apa yang dia inginkan dan cukup cakap atau berpengetahuan lebih mengenai bidang-bidang yang ditekuninya dia tidak akan kehabisan seribu kata untuk menjelaskan atau memaparkan yang ada dipikirannya sehingga sebisa mungkin memanfaatkan waktu yang tersedia untuk menyampaikan pengetahuan diotaknya. Seseorang dengan keahlian yang lebih tentu dapat dengan baik menyampaikan tanpa sering melihat teks yang dia/tim buat, karena kebanyakan akan sesuai dan spontan dengan apa yang ada dipikirannya karena hal tersebut sudah tertanam dibenaknya sejak lama. Debat kemaren ya silakan dilihat saja, siapa yang lebih sering melihat kertas yang ada dibawahnya. Ini hanya menurut saya saja sih ya, terserah juga menurut kalian gimana hehe.
 
Selain itu, banyak pendapat orang yang berkata si A cuma konsep aja si B lebih teknis karena mereka orang yang udah turun langsung. Menurut pengetahuan manajerial gue, seorang eksekutif berpikir secara makro yaitu konseptual dan strategis. Jadi presiden itu ranahnya apa? Top manajemen atau manajemen menengah atau manajemen bawah? Jelas dia adalah seorang top manajemen yang artinya dia harus berpikir konseptual. Berpikir konseptual itu tidak semudah yang kalian kira. Konsep adalah dasar dan tidak akan ada teknis ketika tidak ada konsep.
Jangan sampe 'Pemimpin kok Bingung?'
Hmm mungkin gue mau ngasih contoh kecil ketika gue jadi asisten dan terjadi perdebatan antara gue dan praktikan tentang program simulasi yang mereka buat. Mereka memberikan gue program, artinya mereka telah melakukan teknis dan mereka sudah tau teknis pembuatan program simulasi. Sedangkan yang gue tanyakan pada awalnya adalah konsep. Konsep sistem seperti apa yang mereka jalankan? Banyak program diantara mereka yang konsep dan teknisnya berbeda karena mereka menganggap "yaudahlah yang penting jalan" dan lain sebagainya. Padahal itu akan memberikan hasil yang berbeda dan tidak sesuai dengan kenyataan. Jadi bagaimana caranya kalian berkata teknis tapi tidak berdasar pada konsep pasti. Kalian tidak akan bisa mengukur tindakan atau teknis tersebut sudah benar atau tidak tanpa sebuah konsep. Sebuah konsep dalam pikiran itu perlu pengetahuan dan pengalaman yang cukup, tidak semudah itu berkata tanpa pengetahuan. Untuk membedakannya coba kalian tanyakan mengenai hal yang sedikit diluar dari topik tapi masih berhubungan, jika mereka masih bisa menjawabnya maka kemungkinan konsep itu sudah ada didalam benak mereka bukan hanya sekedar tulisan yang dibuat oleh tim sukses atau tim ahli.

Well kalo banyak salah dan terlihat terlalu dangkal mohon maaf. Ini hanya sebuah buah pikir dari sesuatu yang terdengar, terlihat, dan terbaca. Wassalam :D

No comments:

Powered by Blogger.