Semuanya telah berakhir

August 25, 2012

Terkadang kita merasa bahwa semua hal itu telah selesai dan ternyata belum. Mungkin sekarang hal yang akan aku bicarakan telah selesai, tetapi ternyata 2 tahun kemarin hal itu belom selesai walaupun aku pikir sudah. Menjadi ikhlas dan memaafkan orang lain dengan sebenarnya sungguh sangat sulit, aku tidak tahu bahwa hal tersebut akan mempengaruhi psikologisku mengenai hal tersebut. Pada kenyataannya itu sangat mempengaruhi aku dan bahkan hampir tidak bisa melanjutkan kehidupan selanjutnya, ini bukan soal kelanjutan hidup secara sebenarnya tetapi soal cinta.
Mungkin kalian akan bosan membaca cerita mengenai cinta, aku hanya suka menulis dan akan  menuliskan perasaan yang aku rasakan pada blogku sendiri. Aku rasa itu suatu hal yang wajar dan tidak ada masalah bukan? Aku pun bosan menulis cerita mengenai cinta. Apa yang hebat dari cinta? Cinta memang sangat hebat dan orang bahkan bisa berubah karena cinta. Aku bosan bukan karena cinta tetapi karena objek yang menyebabkannya adalah orang yang sama seperti 2 tahun yang lalu. Mungkin kalian akan menertawakanku mengenai hal itu, aku pun demikian bahkan aku sudah menertawai diriku sendiri sejak lama.
Aku baru sadar bahwa aku telah memaafkan dia adalah hari ini. Mungkin dia benar, pada saat dia meminta maaf dan aku bilang aku sudah memaafkan dia, mungkin dia tahu aku berbohong bahkan diriku sendiri pun tidak tahu. Aku terlalu sibuk dengan pikiranku bahwa aku telah memaafkannya dan aku baik-baik saja akan hal yang dia lakukan kemarin. Aku begitu tenggelam dalam pikiranku sendiri dan tidak memperhatikan perasaan aku sama sekali. Aku sibuk menyuruh perasaanku agar sesuai dengan pikiranku. Aku jahat pada diriku sendiri, aku telah membohonginya.
Pagi itu pun, aku langsung berkata pada sahabatku ‘kau tau aku baru bisa memaafkan dia sekarang! Selama ini aku masih terbayang-bayang oleh masa lalu, perasaan sakit yang dulu timbul. OMG’. Aku tidak keberatan, setidaknya sekarang aku merasa bebas dan merasa bahwa yang dia lakukan dulu bukanlah suatu masalah sekarang. Tidak heran aku memutuskan untuk sendiri dalam jangka waktu yang menurutku cukup panjang, 2 tahun.
Pada hari itu juga aku merindukannya pada saat bersamaan, merindukan dia sebagai pendengar dan teman cerita yang baik, walaupun sekarang semuanya telah berubah dan menurutku dia bukanlah dia yang dulu aku kenal. Aku tidak tahu dia yang sebenarnya adalah dia yang mana. Dia yang menurut aku baik atau dia yang menurut aku sudah berubah. Aku menyukainya ketika kami bertemu kembali setelah lama tidak berjumpa, hari itu seperti nostalgia akan masa lalu yang telah hilang. Mungkin kami dulu bisa saja menjadi sahabat yang cukup baik, tetapi sepertinya kami memang tidak ditakdirkan untuk bersahabat. Jadi sekarang aku akan menikmati kebebasanku untuk menghirup udara tanpa perasaan kecewa yang melandaku dulu. Ini semua sudah berakhir, setidaknya perasaanku sudah berkata ‘itu bukan suatu masalah’ dan aku tidak pernah marah dan sedih ketika mengingat hari ketika aku mengetahui kenyataan yang menyakitkan itu. Semuanya telah berakhir.
Powered by Blogger.