Politik

July 12, 2011
Dari kemaren gue menanti untuk menonton Jakarta Lawyer Club. Pas gue lagi online YM, temen gue Aldy ngingetin deh "Ri ada JLC nih bentar lagi mulai" sikasik gue nongkrong lah di depan TV. Kebetulan tante gue lagi gak ada jadi gue bisa bebas deh liat TV sesuka hati.
Gue tertarik buat nonton gara-gara bahasan tentang surat palsu waktu itu, seru penuh lawakan lawakan cerdas tapi kalo dibayangin yaaa serem, membayangkan sistem indonesia yang udah bobrok ini. Bahasan kemaren itu juga lumayan seru, soal Prita sama soal Ipad. Sebenernya masalahnya itu simple ya dan gak perlu dibesar-besarkan gue juga bingung kenapa jadi sebesar ini di media. Analisa gue sama Aldy, ya jelas untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari kasus besar, seperti kasus nazarudin. 
Kemaren ada yang pro ada yang kontra tapi kebanyakan pro sama prita dan penjual ipad di kaskus itu. Bingungnya gue adalah kenapa sih ribet banget dibahasnya, gue emang bukan anak hukum karena itu gue nanya ke Aldy.
Gue : "Dy gue punya satu pertanyaan, fungsi penjara itu apa ya?"
Aldy : "Penjara,kalo ga salah,seinget gw,biar tahanan ngga kemana mana,terus ngeberi efek jera,trus ngebuat dia biar bisa diterima lg di masyarakat ri, Kenapa emang?"
Gue : "oooh, berarti keputusan masuk penjara atau ngga itu ada di masyarakat dong"
Aldy : "Nggalah, gimana ya ri, bukan gitu juga. Jadi penjara itu kan buat               pelanggaran hukum pidana"
Gue : "Ngga maksud gue itu, kan dia itu di masukin penjara tujuan utamanya demi kesejahteraan masyarakat kan?"
Aldy : "Nah pelanggar hukum pidana dianggap meganggu ketenangan dimasyarakat,nah dimasukin ke penjara buat dibina,biar dia bisa di terima lg sama masyarakat"
Gue : "Nah iya maksud gue juga gitu"
Aldy : "Iya trus?"
Gue: "Jadi kalo misalkan masyarakat gak merasa dirugikan kenapa sih pake masih dibahas"
Aldy : "Nah iya ri harusnya emang gitu"
Gue : "Si prita kenapa sih?"
Aldy : "Perdatanya dia menang. Harusnya secara otomatis pidananya juga ilang. Itu karena kan seharusnya yg pertama diliat perdatanya dulu,baru pidananya. oh gara-gara penyalahgunaan ITE dan pencemaran nama baik"
Gue : "pencemaran nama baik tapi emang merasa dirugikan emang salah ya? dan apalagi itu sebuah rumah sakit yang notabenya untuk masyarakat seharusnya kan justru si rumah sakitnya lah yang di cek kebenarannya kenapa jadi ribet soal pencemaran nama baik"
Aldy : "Seharusnya seperti itu,tapi kan teori sama praktek beda ri"
Gue : "Padahal ini logika loh, harusnya kalo pake logika gak jadi salahkaprah ruwet gini"
Aldy : "Itu loogika yg berdasarkan teori. Logika hakimnya jalan kok,dia ngebela siapa yg bayar,itu logika kan? HAHAHA"
Gue : "HAHAHA bener jugaaa!"
Itu dia percakapan gue sama temen gue, Aldy. Bukannya gue mau mencemarkan nama baik juga nih, mohon maaf kalo ada yang merasa tersinggung. Tapi sebagai masyarakat awam yang istilah bukan orang hukum dan hanya sedikit pengetahuan tentang hukum, ngeliat sistem peradilan di Indonesia itu udah sangat sangat parah. Coba kita liat di semua bagian pasti penuh dengan Lobbying alias sogokan. Siapa yang bayar itu dia yang menang. Gak semua aparat itu kotor, emang gak semua kok kadang gue juga nemuin yang bener-bener bersih. Tapi setitik putih bercampur hitam jadinya hitam juga kan? Jadi kesimpulannya mosi tidak percaya masyarakat itu udah cukup besar terhadap pemerintahan dan sistem negara, kalo dibahas lagi soal korupsi paling kita komentar "Namanya juga Indonesia" taraaaa. Kesejahteraan masyarakat? Masih sangat jauh bung! Pas udah mau selesai acara JLC, ada ibu-ibu komentar "Mba prita kan udah dapet koin, kenapa gak ke mahkamah agung aja" hehehe.
Untuk semua orang, inget dosa wooy kalo mau ngelakuin sesuatu jangan cuma memupuk kekayaan di dunia dengan cara-cara yang salah! Tidak ada yang sempurna, tapi berusaha untuk menjadi orang yang baik tidak ada salahnya kan? :)
Powered by Blogger.